MENDADAK GILA

Hai.. apa kabar kau yang disana?
jauh memang mata ini menatap
tapi kedipan itu nyata
lama tangan ini tak lagi menuliskan ceritamu
bukan karena tintaku habis
bukan jua karena lembaran kertas ini penuh
terlalu banyak yang harus aku sampaikan
namun takĀ  tahu bagaimana harus memulai
karena kisah kitapun tak tau bagaimana mulainya
hanya sepakat dengan aliran sungai
yang ujungnya bermuara di laut lepas
membawa impian indah ini

Hai.. tahukah kau apa yang aku pikirkan?
kali ini aku ingin tulis cerita yang berbeda
bukannya aku mengarang-ngarang
tapi inilah adanya
hatiku memang kecil tapi sangat luas tuk kau gembalai
terdengar gombal memang, maka inilah gilaku
hadapai gilaku dengan gila juga
maka aku akan sembuh dari gila mendadak yang kau buat ini..
mengertilah.. Aku Gila

Laila_Sunshine
240413-16.09

Cerita Lakon

oleh ; Laila Sunshine

aku menunjuk…

menunjuk setiap titik-titik cahaya dilangit
lalu merangkainya seindah yang ku bisa

simpul senyum harga keindahan alam malam yang selalu damai
kuciptakan atas pilihanku
dan kujadikan satu bingkai cerita ..

semua mengherankan penikmat cerita
namun sang lakon akan terus bermain
hingga ketukan itu kujatuhkan….
bahwa fajar akan datang
langitku kan pudar
lalu menyembunyikan semua rasa
menyembunyikan semua gejolak..
senangku..
marahku..
sedihku..

dan semua kan tetap menjadi rahasia sang lakon (Aku)

REKA REKA

oleh ; Najamof Efen

Jalan depan berwarna kristal permata
Ujung lorong sana bercahaya membahana

Reka-reka Bergenggam bersama berlayar dalam ruang sempit
Tetes air membanjir, helai hirupan memberat lepasan memuncak
Memberi nikmat tubuh hewan
Akhir cerita senyum, peluk dan senyum
Namun hewan hanya hadir ketika malam atau waktu berjangka

Kumbang menari, Bunga berparade
Matahari dan bulan diciptakan
Fantasi meletup dinyatakan
Lalu matahari sejati menyambut pagi dengan sebuah ciuman

Reka-reka Ego manusia akan menguak mencari dunia
Meninggalkan pagi dengan matahari sejati
Ego Terbang, menggali dan mengejar cita
Bahkan ego manusia melupakan bahkan mengalahkan ego manusia
Keras diatas tak mau dibawah

Mulut hanyalah alat menyampaikan pisau ego
Sikap adalah bahasa lain menyampaikan isyarat
Mengadu punggung, teriak benci
Lalu hitam badai mulai mengintai

Reka-reka kebahagiaan dan ketenangan tujuan hakiki
Maha cahaya menyirami tubuh hingga basah saksi
Meletakkan kening di atas tanah sejajar kaki
kepada tuhan jugalah akhir tempat lari

Maka seulas keindahan menggambar
Mengajak hewan dan manusia berdamai
Bersama membangun, bersama tersenyum
Bersama hingga disurga aman
Dengan cinta

KATA MERDU

by : najamof efen

Kata habis bersambung merdu
Dari bibir mungil mengalir rindu
Maka kembang kucup kembali mekar
Basah oleh rasa kecup terkadang kasar liar

Biola kembali dimainkan walau senarnya mengendur
Maka dia hadir kembali…

Hasil hasrat berdua kan memenuhi dunia kecil
Dibawah satu naung
Mendentingkan arti hidup
Mengusir sepi bersimpul penat

Biarlah deras badai berpetir berporakan
Menuju kedamaian.
Namanya juga hidup…

Menyaksikan daging berkulit
Pelahan kendur menyipit
Menambah bijak sebiji, sebiji

Diantara itu …
Aku menunggu senyum
Maka hidup semakin berasa

Buang logika..
Buang harta
Lalu bersama bertapa..

Maka biarlah pendendang bait menyembunyikan haknya
Dan biarlah pembaca mencari haknya..

WAY TO BE TAKEN

by : Najamof EfEn

has not solved the cup
but as has been shattered
just a speck of white stains on fabrics
but like making white to black

such prisoners sitting in front of a judge hostile
without asking, struck the heart
though the body is not exposed
eye of the eagle eye to eye though not

love is a lie
love is an interest mouth
courage to climb the mountain feeling female
dig caves touched by foreign hands
the sculptured hills and streams that drain the opium
by bond
that there is always a star in the face of a utopian
who makes crazy and drunk

sorry ..
it is the way it should be taken

hatred is there something in the liver
Missed is the pinnacle of hate
then round makes me hate and longing will survive in the rough

drop tears to keep things cool
acknowledged it would calm
honest with the ruling of this nature

love is a lie…

TIPUAN DUNIA

Sungai di Dalam Laut mexico

by : Najamof EfEn

menyelam mengamati..
meminum asin terpaan kedalam
belajar dari kehidupan yang telah diberikan oleh “cinta”

mengikuti pusaran menggulung
melawan kehendak arus atau berboncengan arus
berdamai antara alir panas dan dingin
bermain dengan perhiasan laut

di atas kecil
makin kebawah makin mendalam
semakin besar

diatas ramah
makin kebawah, makin mendalam
semakin buas

jangan duga permukaan
karena itu tipuan
menyelamlah…

diatas bergelimang cahaya
dibawah bergelimang gelap

ganas permukaan sesekali hanya karena cuaca
ganas kedalaman keganasan perlahan mematikan

tipuan-tipuan…
maka menyelamlah…

bayangkan dalam jurang terdalam
tak ada kehidupan
terasing mencekam
damai hanya harapan

hei…
padahal dalam “cinta” ada kedamaian
tapi kenapa harus lari dari-Nya?
mungkin terperangkap dalam jasad manusia
hingga tidak bisa berlama dengan-Nya

maka menyelam keraslah..
basahi tidak saja kulit
tapi tiap inci tubuh di dalam
maka tipuan akan terungkap
kemunafikan akan lari..

UNTUKMU DARIKU KAWAN

Oleh : Laila Sunshine

Begitu cerita yg kita ciptakan bersama
semua indah bila di ingat
bersama membual setinggi kita bisa
bak setinggi langit dan titipkan pada burung
terbang bebas sesukanya
dan percaya bahwa langit tak terbatas
membawa semua angan kita
impian, harapan lalu kita tersadar
kemudian tertawa renyah
menanggapi hidup yg kita nikmati
dengan koma sebagai jeda tuk menarik nafas
cobaan datang kawan..
dimana semua harus menghilang
pergi tanpa petanda sebagai aba2 bersiap!!
kita teruskan semua?? atau berhenti??
si burung memutuskan terbang membawa pilihan
mari kita nikmati semua
dengan wajah penuh yakin bahwa kita Bisa!!
tertatih bangun dengan luka
namun bibir dihiasi senyum puas
hidup selalu indah kawan…
aku di depanmu tuk menggapai tanganmu
aku di sampingmu tuk memapahmu
dan aku di belakangmu tuk menyokongmu
agar tetap sama berdiri
menantang satu asa…