Bukan Ancaman!!!

oleh : Najamof Efen

darah masih mengikat raga belum kering,

dendam itu tak kan pudar mengiring jiwa ke neraka akhir milenium,

di Indonesia,

tanah ramah tamah,

tanah penuh cinta,

semua itu bohong!!!

diam tak peduli,

tak diam peduli,

peduli tak diam,

tak peduli diam,

15 tahun kami menunggu,

sama saja janji tak janji

si oportunis yang dulu berteriak bersama rakyat,

sekarang berteriak tentang partainya yang korup,

tentang partainya yang sipilis,

tentang kemaluan siapa yang besar diantara mereka,

anjing-anjing itu terus mengoceh memperdaya,

padahal dahulu mereka dikejar-kejar anjing orde pembangunan,

mereka lupa,

tapi rakyat tidak!!!

tak jelas, tak maaf,,,

tunggulah besok pagi,

ketika pikiran kami sehat tak diperdaya,

kami akan keluar bersama kembali,

mengulang revolusi,

meniru malari,

menata reformasi…

dahulu kami hanya menduduki,

maka besok kami menghantam

dengan teriak hancurkan!!!

Advertisements

INGIN

mulai menarik satu goresan pena

kumulai mengarsir setiap halaman langit yang kosong

dari titik-titik yang semakin marak

dengan paduan warna yang kuaduk

indah memang bagi mereka yang mengerti akan arti

warna hidup yang penuh cerita

warna mana yang tak kalian suka?

kan ku ganti dengan warna yang mungkin

bisa buat kalian puas

meski ku tak begitu suka tapi ku belajar tuk suka

tinta penaku masih banyak

inginku habiskan hanya tuk menyenangkan kalian semua

tak cemaslah aku dengan sisa tinta yang mungkin tak tersisa

untukku sendiri

ambil semua yang ada dari sekelilingku

hingga tak sisa

mulai kini ku hanya ingin memberi

meski hanya mampu menciptakan

satu bibir mungil itu melengkung tanggung

dalam arti memaksa..

TARI RASA (jawaban untuk Laila)

Menarilah bersama rasaku
wahai laila….

karena melalui gemulai tari
akan datang sebuah makna

diatas gerak
maka akan ada ukur dan ukir berwarna

bersama angin
maka akan melayang sebuah lukisan

wadah ruang waktu
akan semerbak oleh indah

pelangi akan melingkari langit dengan tujuh warnanya
walau tak ada mentari dan gerimis

aku tak peduli cinta
aku tak peduli sayang
karena mereka berdua pernah menipuku

yang ku peduli hanyalah indah

maka menarilah dengan riang
bersama musik angin
bersama perkusi gemerisik hujan
bersama gendang petir dan guruh
dengan lantunan nada biola jangrik malam

sedikit duka tak mengapa
tak wajar jika kita merasakan suka

maka menarilah bersamaku
wahai laila….

TENTANG MAKHLUK BERNAMA RINDU

Berjuta kata memang mengalun di otak
seperti berjuta huruf

berterbangan bak burung nuri mengitari kepala
ditatapku berjuta lukisan warna warni menawan

digendang telinga dendang nyanyi megah
trus membahana

disentuh setuja rasa raba
trasa halus lembut mengoda

dicium menghirup
berjuta wangi menyandra

di bibir ini berharap
menyentuh kelembutan wanita

dan..

dihati ini menyajikan rasa
yang akan mungkin menggoncang dunia

maka semua ini karenamu
maka semua ini karenamu

karena aku rindu padamu

aku rindu saat itu

saat semua keindahan dimata….
ditelinga….
dikuli…..
dihidung….
di bibir….
dan dihati…
menjqdi nyata

dengarlah…

aku rindu padamu…

MENGIKAT SENJA

Oleh ; Laila Sunshine

Senja dengan merahnya
Megah di ufuk barat sana begitu menggoda

Tak ingin melewati ini semua
Dan tak ingin semua berlalu begitu saja

Dia tak panas
Tak jua dingin
Tenang…
Indah…
Damai…

Tapi malam tak ingin berbagi
Merangkak menenggelamkan sang surya
Gelap sudah seketika bagiku

Inginku mengikat senja dijendela kamarku
Hanya untuku, dan untuk kunikmati sendiri

Tapi waktu terus berputar
Tak hiraukan inginku besok…

Akankah langit senja kembali merona?
Untukku?

RINDUILAH AKU

Oleh ; Laila Sunshine

Ada banyak hal yang tersimpan

Putik yang dulu mengucup
Kini telah mekar
Indah sangat kelopak yang ia punya

Wanginya menusuk hidung
Setiap lebah yang mendekatinya

Musim itu telah tiba
Musim tidak pernah bohong
Dan kali ini musim semi datang dengan penuh harapan baru
Hingga tak satupun kembang yang sombong pada lebah
Menyambut dengan lebarnya keterbukaan

“Lihatlah aku…”
“Ku bukanlah makhluk yang pongah seperti kau lihat selama ini”
“Ku hanya menunggu waktu ini tiba”
“Waktu dimana kau bisa benar-benar menikmati indahnya aku”
“Dan tak ada kata menyesal untuk musim semi yang jadikan semua ini”

“Padaku dan semua untukmu”
“Sekalipun suatu saat nantinya….”
“Aku akan membusuk…”

SEDEKAH SENYUM

Oleh : Najamof fN

Bila tempat akhir ini adalah tempat terindah
Maka nikmatilah segala indah
Yang mungkin membuat megah

Bila keindahan dan kemegahan itu membuatmu
Pongah bercampur gagah tak tentu arah
Maka pejamkan mata sejenak untuk sadarkan diri
Bahwa hidaup tak Cuma hari ini!

Setelah cukup diam,
Meloncatlah tinggi-tinggi mencapai langit
Melayanglah diantara kehampaan galaksi
Terbanglah memetik apa yang hendak kau petik

Tapi ingatlah…
Kau suatu waktu harus balik ke bumi…
Menempatinya dengan bahagia menunggu
Keindahan perhentian sejati terakhir
Dimana Sang Maha Indah menunggu
Dengan “senyuman” Agung

Maka bersedekah senyumlah sebanyak-banyaknya
Agar kau mendapatkan keindahan “senyuman” agung
Diakhir pemberhentian nanti

Baca…
Diam….
Dan senyumlah….