TENTANG MAHAR

Aduhai Bulan
terimalah maharku malam ini
mahar sebagai tanda jadi..

Jika Romeo dan Juliet
mau mati bersama

Jika Soe Hok Gie akan bahagia
saat mati di samping kekasihnya

maka maukah kau ku ajak terbang vertikal
menuju tuhan dengan saling genggam tangan
menuju “Cinta” dan biar kita di hukum
akibat rasa yang telah kita rasakan

maka menggenggam tanganmu di hadapan tuhan
adalah cita dan kebahagiaanku

(ketika minta di jawab)

sisi keangkuhanku membisikiku :
“wahai kamu yang merindukanku
pikirkan lagi hasrat mu untuk melamarku
karena maharku terlalu mahal bagimu”

“jasad yang sanggup berjuang untukku
memperebutkanku!”

“jiwa yang tak lelah memenuhi undanganku
jiwa yang kuat berjaga demi berjumpa denganku”

“dan ……
hati yang tak menduakanku”

“sanggupkah kau?”

(Ketika Jawab di jawab)

akulah manusia yang penuh dengan beribu kebosanan
tak puas dan selalu tidak puas
tapi tak bisakah kau menghargai usaha?

lalu …
jika maharmu semahal apa yang aku dan kau
pikir sama
maka aku “berusaha” memenuhinya

dan lihatlah hari ini
aku akan menemui mentari
lalu akan ku padamkan cahayanya

sudah cukup satu bulan…

(tak lama berselang)

maka wahai rembulan
aku telah memadamkan cahaya mentari
walau berat yang ku rasa

maka senyumlah kau
wahai rembulan……

Iklan