Magrib Di Maninjau

Saat mentari mulai bersembunyi dibalik bukit-bebukitan
Maka seketika berkacalah lampu-lampu kepada air
Riak-riak kecil ditepian terus menghempas
Memanggil setiap hati untuk selalu setia
Untuk menikmati jamuan mu yang romantis

Kesejukan udaramu terus menyampari
Setiap wajah yang menyaksikanmu
Udara itu memaksa setiap manusia
Untuk menghirup udara dengan damai dan tentram

Suasanamu memanjangkan lamunan manusia
Dan menenggelamkan pikiran manusia dalam keindahannya

Sepanjang kumandang Azan magrib
Teriring sesaat lantunan latunan kalam ilhai
Membuat pesonamu bertambah menyejukkan dan
Penuh kesucian dan kesakralan

Dalam hati ini, Kala itu
Terus memuji tuhan yang indah
Dan telah menciptakan keindahan
Dihamparan pandanganku saat ini

Maninjau , 8 Januari 2006

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s