DUA BULAN MERAH

Dahulu ….
Dua jejak bulan merah muncul
Di wajah mulus puteri anggun jelita

Dia melukiskan kenangan manis di malam biru yang lalu
Disaat sapaan nafsu
Membawa hatinya menari-nari
Diatas bayangan keperkasaan arjuna sejati
Yang tidak henti-henti berlari
Yang tidak henti-henti bernyanyi
Yang tidak henti-henti berdansa dan bergoyang

Dua Jejak bulan merah
Merah bertambah merah
Yang mengubah indah menjadi gerah
Dari muka yang sedikit berbintang

Dia bercerita tentang kepongahan kuda setan
Yang lari tak tentu arah
Karena ia tak puas dengan satu helaan
Yang telah mulai lemas

Demi kebutuhan jasadiyah
Dia berburu dan terus berburuh
Mencari dan menanti datangnnya sekuntum bunga
Yang masih pongah dengan mahkotanya

Beberapa saat yang lalu….
Dua bekas bulan merah pudar terbayang
Merah itu telah berubah menajdi sayu
Tatkala ia tahu arjuna sudah berjasad tanah Dan debu
Yang tersembunyi dibalik liang lahat kuburnya

Putripun menangis tersedu-sedu
Tatkala ia berdiri atau jongkok dihadapan
Sebuah batu nisan yang ternyata tersebut nama kekasihnya
Kekasih yang tak pernah mengerti hatinya

Dua bekas bulan merah kembali menjejak
Merah merona tiba-tiba berwarna jingga keunguan
Saat dia merasakan pelukan hangat dipunggungnya
Dan putripun tahu arjuna ini tak semu
Karena ia siap memberinya dunia baru

Siklus dua bulan merah
Akan terus berulang-ulang
Dalam mega wajah dari putri-putri lainnya
Dan akan menghiasi dunia ini dengan tangis dan tawa mereka

Bukittinggi, 23 Januari 2005

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s