Desa di Ambang Kota

?

dinginnya ….
inginku rasa sampai pada bagian terdalam tubuh

sejuknya….
inginku hirup sepuas-puasnya
hingga paru-paruku merdeka dari hitam

sunyinya…
inginku nikmati lebih lama
dengan lagu tentang ketenangan

nun jauh disana
mentari masih malu-malu
tersenyum dibalik awan

disini, di tempat ini
embun pagi belum beranjak pergi dari dedaunan

senyuman ramah bersahabat
membuatku bertahan dalam betah

tak ada bising
yang ada hanya bunyi angin di daun
dan kicau burung dibalik dahan…

kampungku…
sampai kapan ini semua?

tak berapa ratus meter disana
gaya kota telah siap memakan

akankah dingin itu
sejuk itu
sunyi itu dan
ramah itu akan hilang ditelan kota

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s