MASIH ADA KAMU

Sedetik ciummu

menghentikan duniaku

untuk seratus tahun

Sebaris bisikan sayang ditelinga ini

menyandera pendengaranku

untuk seribu tahun

Masih lembab leherku

Sebab mandian nafasmu

Serasa leher ini inginku pancung

Biar tiada rindu lagi

Masih terasa tanganku sibuk

Mengurus dan memanjakanmu

Hingga kini tangan ini

terasa tetap sibuk

masih tercium bau rambutmu

yang selalu ku kecup dan ku gilai

harum rambutmu itu

masih wangi di hidungku

masih terasa sisa hangat tubuhmu

menjejak dada dan perutku

seolah kau selalu dalam pelukku

dan ….

Masih kuingat Mata pingpongmu

Terkatup terlelap dalam nyaman dan terlindungi

Kala itu aku tertawa geli sendiri

Melihat kepolosanmu dalam tidurmu

Maka masih ada kamu

Walau aku telah mengusirmu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s