HARAPAN PADA PANDANGAN PERTAMA

ketika ku gambar sketsa wajahmu disamping rembulan
jiwa menderu rindu bernyanyi syahdu
menggetarkan kalbu
dalam kebisuan malam menjelang pagi

tak bisa kulepas wajah rembulan
walau kala itu langkahmu cepat berlalu
tanpa nama
tanpa asa bagiku

ku jamah bayangmu
ku tulis harapan di atas kertas waktu
tentang nyanyian duka seorang pengelana
mencari nyawa tambahan
penunjang nafas dalam ambisi penaklukkan

bolehkah aku berharap?

mungkin boleh…..
dengan begitu aku akan selalu senyum
dan memenangkan setiap pertarungan untuk memenangkan asaku

hidupku sepertinya ada padamu
duhai rembulan berpita melati

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s