MENDADAK GILA

Hai.. apa kabar kau yang disana?
jauh memang mata ini menatap
tapi kedipan itu nyata
lama tangan ini tak lagi menuliskan ceritamu
bukan karena tintaku habis
bukan jua karena lembaran kertas ini penuh
terlalu banyak yang harus aku sampaikan
namun tak  tahu bagaimana harus memulai
karena kisah kitapun tak tau bagaimana mulainya
hanya sepakat dengan aliran sungai
yang ujungnya bermuara di laut lepas
membawa impian indah ini

Hai.. tahukah kau apa yang aku pikirkan?
kali ini aku ingin tulis cerita yang berbeda
bukannya aku mengarang-ngarang
tapi inilah adanya
hatiku memang kecil tapi sangat luas tuk kau gembalai
terdengar gombal memang, maka inilah gilaku
hadapai gilaku dengan gila juga
maka aku akan sembuh dari gila mendadak yang kau buat ini..
mengertilah.. Aku Gila

Laila_Sunshine
240413-16.09

Iklan

JALAN MELATI

Menghentak tegang bumi
menyeru keras langit
diam tegang bingung
bernyanyi keras linglung

tangan terkepal mengangkasa
Merah mata dlm menatap mega
Berteriak tak menggelegar,

histeris tak mengiris
Di luar tak satu mngerti

Potensi hitam mengapung,

menelikung jalan melati
Hitam berlari tak trkendali,

lapar memakan syahwat manusiawi
Bermain tuhan, bermain insan
Jadi hewan, jadi labil

Cari tuhan, cari insan
Jaga hewan, jaga diri

Bermohonlah…,

tenggelam dlm telaga pelangi langit
Terbentang sayap peri lalu hias bumi
Menjelmakan ratu venus mempesona hati

ucapkanlah…

Aku melati bahagia dijalan cahaya

MENGERTI-AN EMAK

Gambar

oleh : Najamof Efen

mengerti bak lilin atau bahkan obor,
tak mengerti bak roh gentayangan atau bahkan hantu penasaran,
faktanya mengahadapi lukisan nyata dr relung sensitif terdalam,
jiwa tak mengerti bahkan tak mau mengerti!!!

mak…
raga baru bercinta seperempat abad dengan dunia,
lilin lembut belum hidup,
obor bijaksana jauh menari disana,
roh gentayangan lari tak terkendali,
hantu penasaran terkurung bangga seolah-olah mengerti

mak…
melukislah lagi agar banyak yg mengerti,
jiwa-jiwa tunduk pasti saat berhadapan dengan cintanya emak,
malin kundang hanya cerita hayalan,
malin kundang nyata mengerti sesungguhnya,

air mata mak adalah oase ditengah tandus,
lembut mak meluruhkan angkuh.

mak…
didik kami untuk mengerti,
didik kami untuk mengerti…

(menanggap keluh kesah emak, Bukittinggi, 12 Mei 2012)

Bukan Ancaman!!!

oleh : Najamof Efen

darah masih mengikat raga belum kering,

dendam itu tak kan pudar mengiring jiwa ke neraka akhir milenium,

di Indonesia,

tanah ramah tamah,

tanah penuh cinta,

semua itu bohong!!!

diam tak peduli,

tak diam peduli,

peduli tak diam,

tak peduli diam,

15 tahun kami menunggu,

sama saja janji tak janji

si oportunis yang dulu berteriak bersama rakyat,

sekarang berteriak tentang partainya yang korup,

tentang partainya yang sipilis,

tentang kemaluan siapa yang besar diantara mereka,

anjing-anjing itu terus mengoceh memperdaya,

padahal dahulu mereka dikejar-kejar anjing orde pembangunan,

mereka lupa,

tapi rakyat tidak!!!

tak jelas, tak maaf,,,

tunggulah besok pagi,

ketika pikiran kami sehat tak diperdaya,

kami akan keluar bersama kembali,

mengulang revolusi,

meniru malari,

menata reformasi…

dahulu kami hanya menduduki,

maka besok kami menghantam

dengan teriak hancurkan!!!

SIGADIS DUNGU (AKU)

si gadis dungu mulai berlayar

mendayung sampan setengah jadi

bermimpi taklukkan samudra api

pias panas bakar kulit

sadar akan bahaya singa laut dimana-mana

meraung serigala gunung bangunkan sang raja

gadis dungu berteman makhluk langit

merasa raja di atas raja bumi

pongahkan atas kesempurnaan

punggungi asa lalu jatuhkan

tegapkan tubuh kecilny menyonsong matahari timur

berteriak satu kata kuasai hamparan

tergelitik sang Maha Raja dalam harap cemas

gadis dungu sunggingkan bias senyum puas

seraya tunduk melipat tubuh

menyusun sepuluh jarinya dlm sentuhan kulit bumi

menekuk dahi setekuk mungkin dan diam dlm bisu

dan terus diam berharap Sang Maha Sombong tergoda rayuannya..

 

Laila_Sunshine

KIDUNG CINTA

ku bersenandung di daun telingamu

mengantar tidurmu yang lama tertunda

nyanyikan lagu kebanggaanmu

setiap ucapku jelas kau hafal

ikuti gerak bibirku berirama kasih

menyapa setiap benakmu akan senyum luguku

percaya pada semua citaku

lelapmu semakin dalam

seiring bulan sabit tengah memperhatikan kita

lihatlah kasih….

bintang tak hentinya berkelip ria

jangkrik menambah perkusiku malam ini

tanpa perjanjian apapun katak ikut andil..

Sang Maha Cinta hadir malam ini kasih

keindahan yang kau mimpikan tlah kujadikan

semua terucap dalam ritual ku mengemis pada Nya

dan kini Dia jadikan kau bagian Sang Maha Cinta

yang telah dijanjikan padaku

Karena Dia.. Kau ku jadikan Cintaku..

RAJA SEDERHANA

Sederhana..

Dia tidak menuntut jadi apa

Dia tidak meminta mau apa

Dia tidak memaksa

Dia itu Sederhana..

 

Sederhana..

Dia peduli

Dia pendengar setia

Dia selalu tersenyum

sekali lagi Dia itu Sederhana..

 

Dalam kelembutan tatapan

satu sentuhan hangat menyelimuti

tak banyak bicara

dalam titik satu senyum kasih

Dia berbuat tuk penuhi semua

Tulus tak boleh terucap

tulus itu dalam perlakuan

ku pastikan Dia itu Sederhana..